Untuk update berita edukasi tiap hari,silakan klik link web pada setiap topik dibawah ini.
1 ) Kebijakan Pendidikan Tak Berdasar Riset
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/23/21134710/Kebijakan.Pendidikan.Tak.Berdasar.Riset.

Minggu, 23 Oktober 2011 | 21:13 WIB
BOGOR, KOMPAS.com- Berbagai kebijakan pendidikan tidak berdasarkan hasil riset dan analisis yang mendalam. Riset pendidikan selama ini hanya bersifat reaktif dan hanya menjadi solusi masalah jangka pendek. Akibatnya, pemerintah tidak memiliki strategi kebijakan pendidikan jangka panjang.Demikian mengemuka dalam lokakarya “Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang dalam rangka Reformasi Birokrasi” yang berlangsung Sabtu hingga Minggu (23/10/2011), di Bogor.Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengakui, seharusnya hasil riset isu-isu pendidikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa ditindaklanjuti menjadi kebijakan. Apapun kebijakan pemerintah seharusnya dibuat berdasarkan hasil kajian dan analisis dari balitbang.

….dst

2 ) Riset di Kemdikbud Dituding Hanya jadi Proyek
http://www.jpnn.com/read/2011/10/23/106356/Riset-di-Kemdikbud-Dituding-Hanya-jadi-Proyek-

Minggu, 23 Oktober 2011 , 22:19:00
JAKARTA–Anggota Komisi X DPR RI , Hetifah Sjaifudian menyatakan, metode riset yang digunakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) harus dikaji ulang. Menurutnya, riset yang dilakukan oleh Balitbang selama ini tidak sesuai dengan tujuan dan program pemerintah.”Riset yang harus dilakukan oleh Balitbang, bukanlah riset ilmiah. Akan tetapi, riset yang dilakukan oleh Balitbang bersifat policy research. Cara atau metodelogi riset ini, pemerintah harus ikut berpartisipasi dan juga metodeloginya harus aspiratif. Jangan hanya berdasarkan teori-teori, tetapi harus melibatkan media, LSM harus menjadi sumber informasi pemerintah juga,” ungkap Hetifah kepada JPNN di Jakarta, Minggu (23/10). Hetifah mengaku ingin mendorong pemerintah agar apa yang dibuat oleh pemerintah harus melalui penelitian. “Ini saatnya pemerintah merubah sikapnya. Kalau tidak, maka tidak akan maju. Kami senang pemerintah akhirnya seperti ini, karena sebelumnya kami sampai gedor-gedor meja untuk meminta ada penelitian kebijakan,” tukasnya.

….dst

3 ) Ilmuwan Indonesia Diincar
Anggaran Penelitian Cuma Sekitar 0,3 Persen dari APBN
http://cetak.kompas.com/read/2011/10/24/05043579/ilmuwan.indonesia.diincar

Senin, 24 Oktober 2011
Jakarta, Kompas – Sejumlah ilmuwan dan peneliti muda asal Indonesia diincar sejumlah negara. Mereka diiming-imingi berbagai fasilitas, tempat riset yang memadai, dan gaji besar asalkan bekerja di sana. Perburuan terhadap ilmuwan-ilmuwan muda tersebut sangat agresif. Selain datang ke kampus-kampus di luar negeri dan berburu mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program doktoral, mereka juga datang ke sejumlah lembaga riset di Tanah Air. Mereka mengetahui, perhatian Pemerintah Indonesia terhadap ilmuwan dan peneliti sangat minim. Selain gaji kecil dan fasilitas penelitian sangat terbatas, peneliti juga sangat sulit mendapatkan hak paten atas penemuan yang sudah dilakukan. Mengetahui kelemahan ini, negara lain menawarkan fasilitas yang tidak diberikan oleh Pemerintah Indonesia.

….dst

4 ) DPR Wacanakan Lepas Dikti
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/24/163867/DPR-Wacanakan-Lepas-Dikti-

24 Oktober 2011
JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewacanakan pelepasan pendidikan tinggi (dikti) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), untuk kemudian berada di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek). Pasalnya, pendidikan tinggi dipandang lebih menititikberatkan pada inovasi dan riset. “Saya punya pemikiran lain, pendidikan tinggi harus dilepas, biar digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Karena (dikti) itu sudah terkait dengan inovasi, motivasi, dan urusan teknologi,” kata Wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar, di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, hal tersebut sudah pernah diwacanakan oleh DPR, tetapi tidak akan direalisasikan pada kabinet (pemerintahan) yang sekarang. “Ini akan dibicarakan dulu,” imbuhnya. Menurut Rully, hal itu merupakan salah satu upaya untuk mengurangi beban tugas dari Kemdikbud. Saat ini Kemdikbud tidak hanya mengurusi pendidikan, tapi juga masalah budaya.

….dst

5 ) Kemendikbud Berdayakan Peran Balitbang
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/10/24/270549/293/14/-Kemendikbud-Berdayakan-Peran-Balitbang

Senin, 24 Oktober 2011 00:45 WIB
JAKARTA–MICOM: Keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki peran strategis dalam implementasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menyatakan Balitbang Kemendikbud merupakan unit utama yang bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, juga memberikan masukan kepada Mendikbud dalam menyusun dan menetapkan kebijakan. “Balitbang memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang ber implikasi luas dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta pembangunan bangsa,” kata Musliar Kasim usai membuka Lokakarya Nasional bertema Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang dalam Rangka Reformasi Birokrasi, Minggu (23/10).

….dst

6 ) Daoed Joesoef: Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/23/15253241/Daoed.Joesoef.Pendidikan.Kunci.Kemajuan.Bangsa

Minggu, 23 Oktober 2011 | 15:25 WIB
BOGOR, KOMPAS.com – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Daoed Joesoef mengatakan, ketahanan dan kekuatan suatu bangsa terletak pada bidang pendidikan. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada lokakarya “Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan”, Minggu (23/10/2011), di Bogor, Jawa Barat.”Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang maju, yang tidak didukung pendidikan yang kuat,” katanya. Menurut Daoed, jika ingin menjadi negara yang kuat, maju dan disegani dunia internasional, maka Indonesia harus menjadikan pendidikan sebagai bidang unggulan.

….dst

7 ) Tiada korelasi bahasa Inggris dengan kecerdasan
http://www.antaranews.com/berita/281181/tiada-korelasi-bahasa-inggris-dengan-kecerdasan

Minggu, 23 Oktober 2011 16:43 WIB
Bogor (ANTARA News)-Kecerdasan tidak berhubungan dengan penguasaan bahasa Inggris maupun bahasa-bahasa asing lainnya, kata pakar pendidikan dan kebudayaan, Prof Dr Daoed Joesoef, Minggu di Bogor.”Tidak ada keharusan menguasai ilmu pengetahuan tertentu dengan bahasa Inggris. Kecerdasan tidak ada kaitannya dengan bahasa Inggris,” kata Prof Dr Daoed Joesoef. Prof Dr Daoed Joesoef dikenal sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada zaman Orde Baru.. Pada Minggu, Prof Daoed didapuk sebagai narasumber “Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan” di Hotel Salak, Bogor. Dia mengangkat materi dengan judul “Peran Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud dalam rangka Menghadapi Tantangan Abad 21”.

….dst

8 ) Mahasiswa IPB Ciptakan Mi Instan Berbahan Singkong
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/23/12102044/Mahasiswa.IPB.Ciptakan.Mi.Instan.Berbahan.Singkong

Minggu, 23 Oktober 2011 | 12:10 WIB
BOGOR, KOMPAS.com — Tim mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menemukan sebuah inovasi produk makanan siap saji, yakni mi instan berbasis singkong yang diberi label “Mo Mie”.Humas IPB Laeli Nur Hasanah dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB bersama empat rekannya melakukan penelitian itu di bawah bimbingan dosen pembimbing, Megawati Simanjuntak. Menurut Laeli Nur Hasanah, Mo Mie memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan mi instan yang lain karena kandungan protein yang tinggi dan aman dikonsumsi.Ia menjelaskan, ada tiga jenis produk Mo Mie yang ditawarkan, yakni kering, spageti, dan sozzilatos. Makanan ini diciptakan dalam rangka diversifikasi pangan.

….dst

9 ) Mahasiswa Indonesia berguru ke Negeri Beruang Merah
http://www.antaranews.com/berita/281161/mahasiswa-indonesia-berguru-ke-negeri-beruang-merah

Minggu, 23 Oktober 2011 12:47 WIB
London (ANTARA News) – Sebanyak tujuh orang mahasiswa baru Indonesia penerima beasiswa pemerintah Rusia tahun ajaran 2011/2012 tiba di Rusia untuk menimba ilmu di negeri itu. Mereka disambut Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia, di KBRI Moskow.Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangannya kepada ANTARA London, Minggu menyebutkan ketujuh mahasiswa tersebut akan belajar di tiga perguruan tinggi di tiga kota Rusia, yaitu Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN di Moskow, Ulyanov State University di Ulyanovsk, dan Kuban Technological University di Krasnodar.. Jurusan-jurusan yang dipilih seperti Foreign Area Studies, Political Sciences, Mathematics and Computerdan Oil and Gas Engineering baik progam bachelor (S-1) maupun master (S-2). Bicara soal minyak dan gas, teknologi pengilangan dan eksploitasi sumber daya mineral Rusia ini sangat terkenal, terutama pada ladang-ladang minyak di Siberia yang bertemperatur sangat ekstrim dingin itu.

….dst

10 ) Ilmuwan Matematika Perancis Dapat Penghargaan dari ITB
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/10/23/lti716-ilmuwan-matematika-perancis-dapat-penghargaan-dari-itb

Minggu, 23 Oktober 2011 12:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Ilmuwan matematika asal Perancis, Cedric Villani (38), mendapat anugerah Ganesha Widya Jasa dari Institut Teknologi Bandung (ITB).”Jasa Villani di bidang matematika dan fisika sangat besar,” ujar guru besar ITB, Edy Tri Baskoro, di sela-sela acara ‘The Fifth International Conference on Research and Education in Mathematics’ (ICREM 5), di Kampus ITB, Sabtu (21/10).Villani merupakan peraih Fields Medal 2010. Fields Medal adalah penghargaan tertinggi di bidang matematika yang diberikan empat tahun sekali pada forum ‘International Congress of Mathematical Union’. “Di kalangan matematikawan dunia, Fields Medal sejajar dengan Nobel,” terang Edy yang juga ketua panitia ICREM 5. Villani memberikan kontribusi besar di bidang ‘persamaan diferensial parsial’ dan fisika matematika. Kontribusinya di kedua bidang tersebut berkaitan dengan mekanika statistika dan dinamika gas.. Dalam karya-karyanya bersama dengan Guiseppe Toscani, Laurent Desvillettes dan Clement Mauhot, Villani telah memberikan landasan matematika yang kokoh untuk konsep entropi. Karya-karyanya tersebut sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam atas proses-proses fisika yang melibatkan entropi.

….dst

11 ) Unimus Bangun RS Pendidikan Gigi
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/24/163865/Unimus-Bangun-RS-Pendidikan-Gigi

24 Oktober 2011
SEMARANG- Seiring akan dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) membangun Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP). Pembangunan gedung bermanfaat untuk memberikan fasilitas dan memenuhi kebutuhan pendidikan kesehatan bagi mahasiswa.Mulai dibangunnya gedung rumah sakit pendidikan khusus gigi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh pimpinan universitas di Kampus Terpadu Jalan Kedungmundu Raya, baru-baru ini. Kegiatan itu dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng yang juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Unimus Drs Musman Tholib MAg, anggota BPH H Widadi SH, Wakil Rektor I Unimus Ir Diyono Ikhsan SU, para dekan, dan ketua program studi di lingkungan Unimus.Rektor Unimus Prof Djamaluddin Darwis MA mengatakan, Unimus berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan kesehatan termasuk kebutuhan kesehatan gigi dan mulut.

….dst

12 ) Green Ekonomi Solusi Kerusakan Lingkungan
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/24/163862/Green-Ekonomi-Solusi-Kerusakan-Lingkungan

24 Oktober 2011
SEMARANG- Salah satu yang menjadi ancaman akibat kerusakan lingkungan adalah timbulnya rawan pangan, energi, dan kelangsungan keseimbangan alam. Salah satu solusi mengatasi masalah lingkungan ini dengan mengembangkan green economy (ekonomi hijau). Indonesia negara yang kaya sumber daya alam harus mengembangkan kebijakan ini.”Konsep merupakan praktik ekonomi yang meninggalkan pola keuntungan jangka pendek dengan menggerakkan perekonomian yang rendah karbon,” kata Ketua Program Magister Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Dr Mutamimah dalam pelepasan dan tasyakuran lulusan Magister Manajemen periode II 2011di Patra Convention Hotel, Minggu (23/10).

….dst

13 ) Perlu Kurikulum Perubahan Iklim
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438364/

Monday, 24 October 2011
JAKARTA – Pemerintah menyetujui usulan bahwa materi tentang perubahan iklim perlu di integrasikan dalam kurikulum pendidikan.Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Diah Harianti mengatakan, siswa penting mendapat pengetahuan mengenai perubahan iklim karena hal ini berimbas pada pertanian, kelautan, dan perikanan. Terlebih, perubahan iklim di Indonesia sulit diprediksi. “Meski begitu, perubahan iklim tak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri, melainkan digabungkan atau disisipkan saja pada mata pelajaran yang berhubungan dengan perubahan iklim seperti IPA (ilmu pengetahuan alam), fisika, kimia, geografi, biologi,dan matematika,” ujarnya dalam training for trainers (TOT) “Integrasi Materi Perubahan Iklim ke dalam Pendidikan” yang digelar Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG), Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), dan Kemendikbud di Jakarta akhir pekan lalu.

….dst

14 ) Upaya Unsoed Perangi Rokok di Kampus
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/519007/upaya-unsoed-perangi-rokok-di-kampus

Minggu, 23 Oktober 2011 10:07 wib
PURWOKERTO – Budaya merokok di kampus ternyata masih belum bisa dieliminasi, untuk itu, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Biro Administrasi Minat & Penalaran Kemahasiswaan menggelar acara bertema “Sosialisasi Fasilitasi Aturan Pendukung Kawasan Bebas Rokok di Kampus Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2011”.
Acara tersebut melibatkan para pejabat eselon III dan IV , Perwakilan BEM Fakultas dan Menwa serta Karyawan Unsoed. Ada pun yang hadir sebagai pembicara adalah Endo Darjito, Agung Suprasetya, Dwi Laksana, dan Sudiro, yang masing-masing dari Unsoed, dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Siwi Utami.

….dst

15 ) Mahasiswa Tanam 5.000 Bibit Bakau
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438200/

Monday, 24 October 2011
SEMARANG – Sebanyak 60 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang menanam 5.000 bibit bakau (mangrove) di wilayah pantai yang masuk Kelurahan Wetan,Kecamatan Tugu,Kota Semarang,kemarin. Aksiyangdilakukanbersama masyarakat sekitar sebagai wujud kepedulian terhadap abrasi pantai yang semakin parah. Bibit bakau yang ditanam dalam kegiatan bertema “Selamatkan Pantai dari Abrasi” ini diperoleh dari bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng.

….dst

16 ) Pusat Kucurkan Dana Rehab Sekolah, Pemda jangan Diam
http://www.jpnn.com/read/2011/10/24/106360/Pusat-Kucurkan-Dana-Rehab-Sekolah,-Pemda-jangan-Diam-

Senin, 24 Oktober 2011 , 00:55:00
BALI — Meski pemerintah pusat akan menggelontorkan dana Rp 17,586 triliun di 2012 untuk rehabiltasi sekolah, pemerintah daerah (pemda) tidak boleh lantas kipas-kipas. Mendagri Gamawan Fauzi mengintruksikan, pemda tetap harus mengalokasikan dana di APBD-nya masing-masing untuk pos rehabilitasi sekolah-sekolah yang ada di daerahnya masing-masing.Gamawan mengaku mendapat pesan khusus dari Mendikbud Muhammad Nuh agar menyampaikan hal itu kepada para kepala daerah. “Ada pesan dari Pak Nuh, walau pun pusat menyediakan anggaran triliunan untuk rehabilitasi sekolah-sekolah, tanggung jawab pemda untuk memperbaiki sekolah-sekolah harus tetap dilanjutkan,” kata Gamawan Fauzi.

….dst

17 ) Situs berusia 1.400 tahun ditemukan
http://www.antaranews.com/berita/281176/situs-berusia-1400-tahun-ditemukan

Minggu, 23 Oktober 2011 16:00 WIB
Lahat, Sumatera Selatan (ANTARA News) – Peneliti dari Balai Arkeologi Kota Palembang, Sumatera Selatan, menemukan dua situs baru di Kota Raya Lembak dan Desa Gunung Kaya, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat, yang diperkirakan berumur 1.000 hingga 1.400 tahun.Peneliti Balai Arkeologi Kota Palembang, Kristantina Indriastuti, di Lahat, Minggu, mengatakan, penemuan baru di Desa Kota Raya Lembak berupa 28 artefak yang terdiri atas kampung megalit, tujuh bilik batu, empat lumpang batu, lesung batu, menhir atau batu tegak, dan 11 dolmen atau meja batu.”Artefak tersebut diperkirakan berumur 1.400 tahun atau merupakan peninggalan abad ke-14,” katanya.Menurut dia, di lokasi yang sama juga ditemukan empat titralit atau batu bersusun, pahatan orang naik gajah, fragmen gerabah, dan keramik asing.

….dst

OOT:

Menangis saya baca berita di bawah ini, berapalah nilai daging seberat 1,4 ton bila dibandingkan dengan nilai kemanusiaan ? Kenapa tidak memaafkan para karyawan yang sudah berbakti puluhan tahun di Hotel tsb ? Kalopun mereka bersalah dan harus diberhentikan selayaknya tidak diperkarakan biar bisa cari hidup sesuai dengan keahlian mereka di tempat lain. Semoga kasih sayang dan jiwa memaafkan masih bersemi di hati kita, amiin YRA.

>>>
18 ) Terlunta-lunta Usai Dituduh Curi Daging Sapi Hotel Nikko 1,4 Ton
http://www.detiknews.com/read/2011/10/24/062754/1750640/10/terlunta-lunta-usai-dituduh-curi-daging-sapi-hotel-nikko-14-ton

Senin, 24/10/2011 06:27 WIB
Jakarta – Musik dangdut memekik dari gerobak sound system pengamen yang bergulir dari Pondok Kopi menuju Jatinegara setiap sore. Di antara 8 orang pengamen tersebut, terselip suara vokalis Karna, salah seorang eks karyawan Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta.”Saya menangis melihat Karna mengamen seperti itu,” kata kuasa hukum terdakwa, Oddie Hudiyanto, saat berbincang dengan detikcom, Senin, (24/10/2011).Karna mulai mengamen bersama teman-temannya dari Pondok Kopi sejak pukul 16.00 WIB. Lantas, roda gerobak mengarah ke Jatinegara sambil mengumpulkan uang receh dari warga yang ditemui sepanjang jalan. Sesampainya di Stasiun Jatinegara sekitar pukul 19.00 WIB, mereka mangkal ngamen seraya istirahat.”Lalu mereka pulang lagi ke Pondok Kopi setelah lewat tengah malam dengan kembali mendorong gerobak. Sekali ngamen, masing-masing mendapat Rp 20 ribu,” kisah Oddie.

….dst

19 ) Sekilas dalam Negeri
Kerusuhan di Papua
Menhan Paparkan Kondisi Papua Pasca Konflik ke AS
Papua Bisa Jadi Timor Timur Kedua
Perlakukan Rakyat Papua dengan Manusiawi
Soal Kasus Freeport, DPR Panggil Kapolri Pekan Ini
Menhan AS
AS Dukung Modernisasi Persenjataan TNI
Menhan AS Janji Bantu Alutsista RI
Pagi Ini Presiden SBY Bertemu Menhan AS
Kinerja Pemerintah disoroti
Penanganan 9 Kasus Dinilai Tidak Baik
Istana Gagal Jadi Lokomotif Penghematan Anggaran
Rakyat Berharap Ada Perbaikan
Pasca Reshuffle
Pemerintah Terapkan Moratorium
Demokrat Tolak Kewenangan SP3 KPK
Pencopotan Fadel
Istana Minta Stop Perdebatan soal Fadel
Fadel Siapkan Gugatan Hukum
Pencopotan Fadel Berdampak ke Golkar
Budayakan Batik Indonesia
Batik Printing Butuh Pengakuan
Yuk Membatik dengan Media Digital Game
RS Indonesia di Gaza
RS Indonesia di Gaza Butuh Bantuan Dana
Berita Libya
Megawati Puji Sikap Nasionalisme Khadafy
Putra Khadafi Marah Ayahnya Dibunuh Secara Brutal
Khadafy Tewas Akibat Peluru di Kepala dan Perut
Kronik 42 Tahun Khadafi di Tampuk Kekuasaan
Dewan Transisi Deklarasikan Bebasnya Libya dari Khadafi
Kebebasan Libya Dideklarasikan
Swiss siap bantu penjinakan ranjau libya
Malaysia
MotoGP Malaysia dibatalkan akibat kecelakaan Simoncelli
Tragedi Sepang, Simoncelli Tewas
Turki
Gempa Turki, 1.000 Dikhawatirkan Tewas
Gempa Terus Terjadi, Turki Tolak Bantuan Israel

 

 

Berita Edukasi, 23 Oktober 2011

1 ) Yosmina, Peneliti Bakteri Laut Maluku
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/23/08591365/Yosmina.Peneliti.Bakteri.Laut.Maluku

Minggu, 23 Oktober 2011 | 08:59 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini, mungkin tidak banyak perempuan yang ingin mendedikasikan dirinya sebagai peneliti ilmu sains. Serius, rumit, dan berbelit terbayangkan saat mendengar bidang keilmuan yang sebagian besar masih didominasi kaum adam tersebut. Tetapi, berbeda dengan Yosmina Helena Tapilatu (34), peneliti muda UPT Balai Konservasi Biota Laut Ambon Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perempuan kelahiran Ternate, 17 Agustus 1977 itu, merupakan salah satu perempuan peneliti yang berprestasi di Indonesia. Tak ada kesan rumit maupun berbelit. Profesi peneliti, kata Yosmina, adalah pekerjaan yang cukup menyenangkan. “Peneliti adalah profesi yang menyenangkan. Karena Anda bisa tahu, apa yang orang banyak tidak tahu. Akan banyak hal-hal baru yang akan anda temukan,” ujar Yosmina di Jakarta, Jumat (21/10/2011).

….dst

2 ) Mendikbud: Kami Ingin Berubah
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/23/08264199/Mendikbud.Kami.Ingin.Berubah

Minggu, 23 Oktober 2011 | 08:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun rencana aksi nasional (RAN) untuk mewujudkan laporan keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, saat ini sudah disusun RAN untuk memberikan arahan kepada seluruh pihak yang terkait dengan pengelola keuangan di lingkungan Kemdikbud, baik pusat maupun daerah.Menurut Nuh, salah satu indikator bahwa keuangan telah dikelola secara akuntabel adalah laporan keuangan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Ia menjelaskan, opini WTP dapat diperoleh jika laporan keuangan memenuhi beberapa persyaratan, seperti laporan tersebut disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai. Laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, dan bebas dari salah saji material.

….dst

3 ) Balitbang Kemendikbud perlu libatkan perguruan tinggi
http://www.antaranews.com/berita/281126/balitbang-kemendikbud-perlu-libatkan-perguruan-tinggi

Minggu, 23 Oktober 2011 03:02 WIB
Bogor (ANTARA News) – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Musliar Kasim mengatakan bahwa lembaga-lembaga penelitian yang berada di perguruan tinggi perlu dilibatkan dalam program yang digagas Badan Litbang Kemdikbud.”Balitbang Kemdikbud perlu melibatkan lembaga-lembaga penelitian perguruan tinggi dalam melakukan penelitian, agar hasil yang dicapai lebih berkualitas,” kata wakil menteri Kemendikbud bidang pendidikan itu saat membuka Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang Kemdikbud di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu. Dikemukakannya, sejauh yang ia ketahui, saat masih menjabat sebagai Rektor Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, lembaga penelitian perguruan tinggi jarang dilibatkan dalam program Balitbang Kemdikbud. “Balitbang Kemdikbud sebelumnya tidak ada hubungannya dengan Litbang-litbang perguruan tinggi dan daerah,” katanya. Hal tersebut, lanjut Prof Musliar Kasim, sangat disayangkan, karena keberadaan Litbang perguruan tinggi di daerah dapat dimanfaatkan Balitbang Kemdikbud dalam melakukan penelitian-penelitian di daerah.

….dst

4 ) Wamen Akui Riset Balitbang Lemah
http://www.jpnn.com/read/2011/10/22/106310/Wamen-Akui-Riset-Balitbang-Lemah-

Sabtu, 22 Oktober 2011 , 23:38:00
BOGOR – Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengakui bahwa riset yang telah dilakukan oleh pemerintah khususnya Kemdikbud kurang maksimal. Sehingga, hasil yang diberikan kurang mendalam dan belum sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kementerian.”Riset-riset dalam menentukan suatu kebijakan di kementerian tentunya sudah dilakukan sejak dulu. Akan tetapi, memang kurang mendalam dan tidak sesuai yang kita inginkan,” ungkap Musliar ketika ditemui usai membuka acara Lokakarya Nasional bertema Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang Dalam Rangka Reformasi Birokrasi di Hotel Salak, Bogor, Sabtu (22/10).Musliar menyebutkan, salah satu contoh kebijakan di Kemdikbud yang perlu dilakukan riset atau penelitian ulang adalah mengenai penyaluran dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia mengakui, nilai atau besaran biaya pendidikan di semua daerah tidak bisa disamakan. Maka dari itu, pemerintah pusat selain harus mendapatkan keakuratan data, juga harus menggalakkan daerah untuk menyalurkan BOS Daerah (BOSDA). “Ini yang memang perlu dilakukan riset atau penelitian ulang,” ujarnya.

….dst

5 ) Wamen Janji Perkuat Peran Balitbang
http://www.jpnn.com/read/2011/10/22/106307/Wamen-Janji-Perkuat-Peran-Balitbang-

Sabtu, 22 Oktober 2011 , 21:19:00
BOGOR–Untuk merespon tuntutan publik terhadap reformasi di bidang sosial, termasuk pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan dipertajam peran dan fungsinya.Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan, Musliar Kasim mengatakan, Balitbang Kemdikbud merupakan unit utama Kemdikbud yang bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, juga memberikan masukan kepada Mendikbud dalam menyusun dan menetapkan kebijakan.

….dst

6 ) Kemdikbud ajak PT kembangkan “learning society”
http://www.antaranews.com/berita/281094/kemdikbud-ajak-pt-kembangkan-learning-society

Sabtu, 22 Oktober 2011 20:17 WIB
Bogor (ANTARA News) – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, pihaknya mengajak kalangan perguruan tinggi dan badan Litbang di daerah untuk mewujudkan “learning society”.”Kami berupaya memperkuat kolaborasi dengan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan `learning society`,” papar Prof Khairil Anwar Notodiputro di sela-sela pembukaan Lokakarya Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang Kemdikmbud di Hotel Salak, Kota Bogor, Jabar, Sabtu.”Learning Society” dimakud yaitu masyarakat yang selalu senantiasa belajar untuk mewujudkan kehidupan masa depan yang lebih baik.Menurut Prof Khairil, Balitbang berupaya membantu mewujudkan arahan yang disampaikan Mendikbud Prof Dr M Nuh agar menjadi “penunjuk jalan” bagi pengambilan keputusan di lingkungan Kemdikbud.Oleh karena itu, mulai Sabtu hingga Senin (24/10), Balitbang Kemdikbud menggagas lokakarya dengan mengangkat tema “Penajaman Peran dan Fungsi Balitbang dalam rangka Reformasi Birokrasi”.

….dst

7 ) Dua Tahun Pemerintahan SBY-Boediono
Tanggapi Demo Mahasiswa, Pemerintah Akan Terus Bekerja
http://nasional.kompas.com/read/2011/10/22/12203238/Tanggapi.Demo.Mahasiswa.Pemerintah.Akan.Terus.Bekerja

Sabtu, 22 Oktober 2011 | 12:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan terus bekerja meskipun ada unjuk Rasa yang dilakukan mahasiswa di sejumlah daerah terkait dengan peringatan dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, Kamis (20/10/2011) lalu.Unjuk rasa dinilai bukan sebuah peristiwa istimewa. Di negeri sejuta berkah dengan pawai politik dan kebebasan berbicara, aksi seperti itu merupakan sesuatu yang biasa. Meski demikian, sosiolog yang kini menjadi Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa di Jakarta, Jumat (21/10/2011) malam lalu kepada Kompas, pemerintah akan tetap menyimak dengan pendirian teguh untuk terus bekerja dan mengendalikan capaian kesejahteraan rakyat secara transparan dan akuntable.

….dst

8 ) Diskriminasi atas Lembaga Pendidikan Swasta Dihapus
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/22/09091921/Diskriminasi.atas.Lembaga.Pendidikan.Swasta.Dihapus

Sabtu, 22 Oktober 2011 | 09:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersyukur bahwa Mahkamah Konstitusi akhirnya menghapus diskriminasi terhadap lembaga pendidikan dasar yang dikelola masyarakat atau swasta. Sebelumnya, Achmad Masjkur dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pekalongan, Jawa Tengah, bersama koleganya, Suster Maria Bernardine dari Lembaga Pendidikan Santa Maria, mengajukan uji materi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ke Mahkamah Konstitusi.Pasal 55 Ayat 4 UU No 20/2003 sebelumnya berbunyi, “Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.” Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kata “dapat” dalam Pasal 55 Ayat 4 tersebut membuka peluang bagi terjadinya ketidakadilan dan diskriminasi terhadap lembaga pendidikan swasta.

….dst

9 ) PBNU: Pemerintah Wajib Biayai Sekolah Swasta
http://www.jpnn.com/read/2011/10/22/106275/PBNU:-Pemerintah-Wajib-Biayai-Sekolah-Swasta-

Sabtu, 22 Oktober 2011 , 05:05:00
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi tentang kesetaraan kewajiban negara membiayai pendidikan dasar yang dikelola swasta dan negeri. Pernyataan tersebut menanggapi putusan uji materi nomor 58/PUU-VIII/2010 tentang Judicial Review pasal ayat (4) UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Dalam putusannya, MK menyatakan pemerintah baik pusat maupun daerah wajib menyediakan bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara merata kepada lembaga pendidikan berbasis masyarakat. Dengan amar putusan MK tersebut, menurut Said, pemerintah tidak boleh lagi bersikap tidak adil kepada lembaga pendidikan swasta. “Bukan rahasia lagi bahwa selama ini masih berlangsung perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan swasta,” ujar Said Aqil, di kantor PBNU, Jumat (21/10).

….dst

10 ) Pendidikan Pertanian Dinilai Tak Lagi Bangkitkan Pertanian
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518967/pendidikan-pertanian-dinilai-tak-lagi-bangkitkan-pertanian

Sabtu, 22 Oktober 2011 16:04 wib
YOGYAKARTA – Pendidikan pertanian dinilai sudah tidak lagi membangunkan kebangkitan pertanian sebagai penyedia tanaman pangan di masa depan. Bahkan pendidikan formal tidak berorientasi pada perkembangan pertanian. Hal tersebut diungkapkan oleh Guru besar Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM Susetiawan. Menurutnya, petani sudah tidak lagi memiliki kedaulatan dan kemandirian dalam penyediaan pangan, bahkan mereka mengalami kemiskinan secara sistematis dari dampak kebijakan pembangunan sektor pertanian.Situasi tersebut disebabkan oleh peningkatan biaya produksi pertanian yang tidak bisa diimbangi dengan hasil pendapatan yang mereka peroleh.”Kini benih, pupuk, dan pengolahan tanah justru menambah besarnya biaya produksi. Padahal dari hari ke hari harganya semakin meningkat,” kata Susetiawan seperti yang dilansir laman UGM, Sabtu (22/10/2011).Dia menuturkan, kini para petani sudah tidak mengajarkan bertani bagi generasi berikutnya, sebab bertani bagi mereka tidak lagi mendapatkan imbalan sepadan dengan kenaikan harga barang kebutuhan lain yang harus dibeli dengan uang.

….dst

11 ) IPB Bantah Petani Indonesia Kurang Produktif
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518887/ipb-bantah-petani-indonesia-kurang-produktif

Sabtu, 22 Oktober 2011 10:08 wib
BOGOR – Anggota Tim Penyusun Agenda Riset Bidang Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa, menyanggah tuduhan petani Indonesia kurang produktif. Menurutnya, petani Indonesia termasuk yang paling produktif menghasilkan padi. “Petani Indonesia berhasil menghasilkan rata-rata 5,01 ton per hektare padi. Jumlah ini lebih tinggi dibanding petani Vietnam dan Thailand yang hanya menghasilkan 3,7 ton per hektare dan 4,5 ton per hektare,” ungkap Andreas, seperti disitat dari laman IPB, Sabtu (21/10/2011).Menurutnya, yang menyebabkan jumlah produksi beras Thailand dan Vietnam lebih tinggi dari Indonesia, adalah luas lahan yang dimiliki petani. “Petani Thailand mempunyai lahan rata-rata 5 ribu meter persegi per orang, sementara Vietnam mempunyai lahan seluas 1000 meter persegi per orang. Bandingkan dengan petani Indonesia yang rata-rata mempunyai lahan seluas 0,36 hektar dan sebanyak 49 persen petani kita menjadi buruh,” ujarnya.

….dst

12 ) ITS Ajak Mahasiswa Jadi Mobile Entrepreneur
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518885/its-ajak-mahasiswa-jadi-mobile-entrepreneur

Sabtu, 22 Oktober 2011 09:02 wib
SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) melalui Jurusan Teknologi Informatika, mengajak mahasiswa untuk melihat peluang usaha dengan menggelar Mobile Entrepreneurship Seminar.Seminar yang membahas berbagai macam materi, mulai dari tips mengawali bisnis hingga teknik pemasaran, semua dibahas dalam acara hasil kolaborasi ITS dengan salah satu provider terbesar di Indonesia tersebut.Ada pun salah satu materi yang dibahas mengenai aplikasi mobile yang merupakan salah satu peluang bisnis yang sedang mencuri banyak perhatian.Salah satu pemenang lomba Indosat Wireless Innovation Contest, Andry, menjelaskan seluk beluk bisnis aplikasi mobile, termasuk beragam jenis aplikasi ini yang dapat digeluti. Salah satu jenis aplikasi yang menjadi topik bahasannya adalah android. “Saat ini android sedang menebar sukses di bidang smart phone, dan ini adalah peluang bisnis,” ujar Andry, seperti dikutip laman ITS, Sabtu (22/10/2011).

….dst

13 ) Amikom Targetkan 20 Persen Lulusan Menjadi Pengusaha
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/10/22/ltgnmp-amikom-targetkan-20-persen-lulusan-menjadi-pengusaha

Sabtu, 22 Oktober 2011 16:28 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,Yogyakarta–Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (Stmik) Amikom, melalui Ketua Yayasannya, Khalis Purwanto menyampaikan tekadnya untuk menjadikan 20% lulusannya menjadi pengusaha. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan pada acara wisuda ke-40 sekolah bernuansa ungu tersebut di Grha Sarina Vidi, Sabtu (22/10).”Sejak beberapa waktu, Stimik Amikom Yogyakarta bertekad mencetak 20% alumninya menjadi pengusaha. Tekad ini bukan mengada-ada, namun by design,” katanya saat memberi sambutan di hadapan wisudawan/ wisudawati beserta orangtua mereka. Khalis menambahkan, pihaknya tengah menyempurnakan ramuan untuk menyuntikkan virus kemandirian pada alumninya. Sebagai gambarannya, lanjut Khalis, para wisudawan dibekali pengetahuan, ketrampilan serta jiwa mandiri baik di perkuliahan maupun pada tugas mandiri dan terstruktur. Pembekalan itu antara lain, diwajibkannya mahasiswa baru untuk mengikuti pelatihan super unggul ketika masa orientasi. Menurut Khalis, pelatihan ini mengajarkan pada mahasiswa agar berani untuk bermimpi.

….dst

14 ) Rektor UPN Berpesan, Gaji Pertama Wisudawan untuk Ibu
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/10/22/ltgmaw-rektor-upn-berpesan-gaji-pertama-wisudawan-untuk-ibu

Sabtu, 22 Oktober 2011 15:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta, Didit Welly Udjianto, berpesan kepada 796 lulusannya untuk memberikan gaji pertama mereka pada ibunda masing-masing. Dihadapan orang tua dan wisudawan/ wisudawati, Didit mengatakan bahwa hal itu merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan rasa cinta kasih kepada ibu.”Saya berpesan, gaji pertama Saudara, sekali lagi gaji pertama Saudara untuk dipersembahkan kepada Ibunda tercinta,” kata Didit dalam sambutannya di Auditorium UPNVY, Sabtu (22/10).Ini adalah wisuda UPN periode pertama di tahun ini. Sebanyak 34 lulusan program pascasarjana, 762 program sarjana, dan 5 orang program diploma resmi menjadi alumni Universitas yang terletak di Ring Road Utara itu. Dari 796 lulusan, UPN memberikan gelar lulus dengan pujian sebanyak 71 orang. Dalam sambutannya, rektor UPN juga menyampaikan prestasi-prestasi UPN baik di kancah nasional maupun internasional. Tak lupa, pemberian penghargaan karya cendekia pada 15 sarjana yang berprestasi selama mengikuti proses belajar di UPN.

….dst

15 ) LPPM ITS Gelar Road Map Penelitian Perubahan Iklim
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518889/lppm-its-gelar-road-map-penelitian-perubahan-iklim

Sabtu, 22 Oktober 2011 11:07 wib
SURABAYA – Pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi permasalahan serius dan membutuhkan respon secara komprehensif dan berkelanjutan dari pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. Bedasarkan hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyusunan road map penelitian perubahan iklim sebagai bentuk konkret perguruan tinggi mengatasi permasalahan tersebut.Melalui diskusi interaktif mengenai roadmap penelitian yang terintegrasi, ITS berharap dapat lebih berperan aktif dalam mengembangkan ilmu dan teknologi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

….dst

16 ) ‘Kampung Jari Beling’ Angkat Nama UNY Soal Perumahan
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518915/kampung-jari-beling-angkat-nama-uny-soal-perumahan

Sabtu, 22 Oktober 2011 13:10 wib
YOGYAKARTA – Seorang mahasiswa semester VII prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Martino, berhasil menjadi pemenang pada Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Sekretariat Habitat Nasional bekerja sama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Kementerian Negara Perkerjaan Umum (KemenPU) dalam rangka Peringatan Hari Habitat Dunia 2011. Melalui esai dengan judul “Mewujudkan “Kampung Jari Beling”: Sebuah Upaya Menyikapi Dampak Perubahan Iklim. Martino berhasil mengungguli Ambolas Manuel Julio Manalu dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai juara 2 dan Muhammad Rezki HR dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meraih juara ke 3.

….dst

17 ) 6 Mahasiswa Wakili Unpad di Pertemuan Ilmiah Tahunan
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/519003/6-mahasiswa-wakili-unpad-di-pertemuan-ilmiah-tahunan

Sabtu, 22 Oktober 2011 18:02 wib
BANDUNG – Sebanyak enam orang mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelatuan (FPIK) Unpad mengikuti Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Kongres Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) VIII di Makassar, Sulawesi Selatan, belakangan ini. Keenam orang mahasiswa yang membawakan makalah dalam bentuk oral dan poster yakni adalah Abdul Malik Firdaus, Satrio Hadisnugroho, Firman Setiawan, Rina Agustina Panjaitan, Ramawijaya, Dwijayanti Arum Sari, dan Dwi Ajeng Pramesti.Ada pun salah satu makalah yang dipresentasikan secara oral ditulis oleh Abdul Malik Firdaus dengan judul “Pattern Of Seagrass Distribution And Nutrirn Level (Fosfat Nitrate) In Teluk Bakau, Malang Rapat, and Berakit East Coast Of Bintan Island Riau Archipelago”, sedangkan yang lainnya berperan sebagai pemakalah poster berhasil menjadi pemakalah setelah melalui seleksi peer review abstrak yang dilakukan oleh tim editor.

….dst

18 ) Begini Caranya Jika Ingin Ikut Program Sarjana Mendidik
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518957/begini-caranya-jika-ingin-ikut-program-sarjana-mendidik

Sabtu, 22 Oktober 2011 15:06 wib
SEMARANG – Kamu ingin mendaftarkan diri ke dalam program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T), tapi belum tahu caranya? Jika kamu berminat untuk menjadi tenaga pendidik pada program tersebut, berikut merupakan petunjuk praktis jika ingin bergabung dalam program yang berada di bawah naungan Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia tersebut.Perlu diketahui dulu, untuk kamu yang kulih di Universitas Negeri Semarang (Unnes), kuota Unnes untuk program ini hanya 300 orang yang nantinya diterjunkan ke tiga daerah yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ende (keduanya Nusa Tenggara Timur), dan Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.Meski demikian, program ini tidak hanya untuk mahasiswa dan alumni universitas konservasi ini, tetapi juga lulusan dari perguruan tinggi mana pun, asalkan program studinya sudah terakreditasi. Demikian yang dilansir dari situs Unnes, Sabtu (22/10/2011).

….dst

19 ) UB Teken MoU dengan Prince of Songkla University
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518917/ub-teken-mou-dengan-prince-of-songkla-university

Sabtu, 22 Oktober 2011 14:05 wib
MALANG – Universitas Brawijaya (UB) Malang menerima kunjungan dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand belum lama ini.Kunjungan tersebut merupakan realisasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani Juli silam, yang juga merupakan perpanjangan dari MoU 2008 lalu, dimana UB dan PSU sepakat untuk membangun kerja sama akademik demi kepentingan bersama.Dalam MoU tersebut, UB dan PSU sepakat untuk melakukan kerja sama akademik dalam program magister double degree di semua program akademik yang dianggap menguntungkan kedua belah pihak. Demikian yang dikutip dari laman UB, Sabtu (22/10/2011).

….dst

20 ) Perluas Wawasan Demokrasi via Seminar Internasional Undip
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/22/373/518999/perluas-wawasan-demokrasi-via-seminar-internasional-undip

Sabtu, 22 Oktober 2011 17:03 wib
SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) melalui Fakultas Hubungan Humaniora berkerja sama dengan The International Association of Korean Studies In Indonesia (INKOS) menggelar seminar internasional dengan tema “Globalisasi, Demokrasi, dan Identitas Nasional: Perbandingan antara Korea dan Indonesia”.Acara yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai demokrasi di era globalisasi tersebut, dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) Korea untuk Indonesia Kim Young San, Yang Seung Yoon dari Hankuk University of Foreign Studies Korea, He Youl Lee Ketua Pusat Studi Korea Undip, dan sejumlah tokoh pengajar dari Universitas Gajah Mada (UGM), serta Universitas Indonesia (UI).Dubes Kim Young mengatakan dari pertanyaan yang didapatkannya mengenai mengapa hubunggan antara Indonesia dan Korea bisa semakin hangat, menurutnya saat itu hal ini dikarenakan Indonesia dan korea memiliki satu hati dan berbagi satu visi.

….dst

21 ) Pesona Yogya Memukau Dunia
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/438060/38/

Sunday, 23 October 2011
YOGYAKARTA – Puncak peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Yogyakarta yang dikemas dalam Jogja Java Carnival (JJC) 2011 kemarin berlangsung spektakuler dan mampu menghipnotis ribuan warga.Perayaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa budaya tradisional maupun universal bisa menyatu sekaligus mengkukuhkan Yogyakarta sebagai kota budaya dan multikultur. Mengambil tema Magniworld, berbagai keajaiban dunia disuguhkan dalam parade sejak pagi hingga sore.Upacara pembukaan dimulai dari panggung utama di Alun-Alun Utara ini dengan penampilan tarian Yogya untuk Indonesia.Tarian ini menampilkan 178 penari yang menggambarkan satu kesatuan pertunjukan yang atraktif dan dinamis.

….dst

22 ) Sekilas dalam Negeri
Curhat Fadel
Setelah Merenung, Fadel Sadar Terlalu Keras Tolak Impor Garam
Fadel Menduga Kebijakannya Merugikan Penganut Pasar Bebas
Pernyataan Sudi Silalahi Cenderung Fitnah
Soal Tanah UIN, Ini Bantahan Fadel Muhammad
Fadel: Kasus Tanah UIN Sudah Selesai
Fadel Minta Mensesneg Transparan
Papua
Freeport Turut Berduka
Pelaku Penembakan di Freeport Diduga 10 Orang
3 Tewas di Freeport, Kata Roy Suryo Pamannya Ditembak Sejenis AK 47
Jenazah Korban Penembakan Freport Dikirim ke Sultra
Polisi Buru Kelompok Bersenjata di Papua
Polri Kesulitan Kejar Pelaku
Berita Libya hari ini
Kadhafi Disiksa sebelum Dibunuh
Nasib Khadafi Lebih Buruk dari Saddam Hussein
Qadhafi Ternyata Dikhianati Pengawalnya
Jenazah Khadafy Dipamerkan di Mal
Warga Abaikan Kematian Khadafy
Puluhan Orang Antre Demi Melihat Jenazah Khadafi di Ruang Pendingin
Putra Khadafi Mo’tassim Merokok dan Tiduran Sebelum Tewas
Keluarga tuntut mayat Gaddafi dikembalikan
PBB Minta Investigasi, Pemakaman Khadafi Ditunda
Menebak Nasib Istri dan Anak-anak Khadafi
Aisha Khadafy Dilarikan ke RS
Mantan kepala intelijen Libya di Niger Utara
Obama dan pemimpin Eropa bahas Libya
Libya gelar pemilu delapan bulan mendatang
Rusia rancang Resolusi PBB untuk amankan stok senjata Libya
Operasi Militer NATO di Libya Berakhir 31 Oktober
Nasib para Diktator
15 Diktator Terbesar Dunia Yang Berhasil Digulingkan (1)
15 Diktator Terbesar Dunia Yang Berhasil Digulingkan (2)
15 Diktator Terbesar Dunia Yang Berhasil Digulingkan (3)
Yaman
DK PBB serukan Presiden Yaman undur diri
Pertempuran seru berkobar di Sanaa, lima orang tewas

—-000——

22 Oktober 2011
Jakarta (ANTARA) – DPR RI menyampaikan wacana untuk memisahkan pendidikan tinggi dari kementerian pendidikan dan kebudayaan dan menggabungkan jenjang pendidikan itu pada kementerian riset dan teknologi.Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Rully Chairul Azwar usai puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Jumat. “Kami punya pemikiran lain, pendidikan tinggi harus dilepas dari kemendikbud, biar digabung dengan kementerian riset. Penggabungan kembali kebudayaan ke kementerian pendidikan membuat lembaga itu menjadi terlalu gemuk dan tugas yang ditanggung semakin berat,” kata Rully.

Urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan inovasi, motivasi, urusan teknologi sehingga layak bila dimasukkan pada Kemristek, sementara Kemdikbud cukup mengurusi hingga jenjang pendidikan menengah saja. “Sekarang ini bebannya bertambah sehingga tugas Kemdikbud bisa fokus pada memberikan ilmu dan karakter,” katanya.

DPR pernah mewacanakan ini dan masih akan dibicarakan dulu di era Kabinet Indonesia Bersatu II, kata politisi Fraksi Partai Golkar itu. Ia menambahkan, pendidikan karakter paling efektif diberikan pada generasi muda mulai SD, SMP hingga SMA. “Kalau sudah di mahasiswa itu sudah susah membentuk karakter, masa menjadi mahasiswa itu diisi dengan teknologi dan inovasi,” katanya.Menurut dia, jika ingin maju, maka pendidikan tinggi harus ditempatkan di Kemenristek, bukan Kemendiknas.

Menanggapi wacana DPR, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan pihaknya menghargai masukan yang disampaikan DPR terkait pelepasan Dikti dari kemendikbud..”Kami paham maksud kawan-kawan di DPR agar dikti lebih konsen ke riset dan penelitian dan bisa dimanfaatkan sebagai terapan,” ujar Mantan Rektor ITS Surabaya ini.Namun Nuh menegaskan, bahwa Dikti paling tepat berada di bawah kemendikbud. Agar segala urusan pendidikan dari bawah sampai atas tetap bisa terintegrasi menjadi satu.

Menurut Nuh, saat ini yang harus dilakukan justru memperkuat SDM, dan meningkatkan koordinasi yang lebih baik lagi dengan kementerian lain, terutama kemenristek. “Karena koordinasi antarkementerian juga tidak mudah,” tambahnya.

DPR Usulkan Dikti Gabung di Kemenristek
http://www.jpnn.com/read/2011/10/21/106256/DPR-Usulkan-Dikti-Gabung-di-Kemenristek-

Jum’at, 21 Oktober 2011 , 22:38:00
JAKARTA — Komisi X DPR yang membidangi pendidikan mengusulkan agar Pendidikan Tinggi digabung dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sebab, urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan inovasi, motivasi, urusan teknologi.”DPR memang sudah pernah mewacanakan ini. Jika negara ingin maju, maka pendidikan tinggi harus ditempatkan di Kemenristek, bukan Kemendiknas ” tegas Wakil Ketua Komisi X, Rully Chairul Azwar usai membuka Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-46 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Jumat (21/10).

…dst

DPR: Pendidikan Tinggi Seharusnya Diurus Kemristek
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/21/17193388/DPR.Pendidikan.Tinggi.Seharusnya.Diurus.Kemristek

Jumat, 21 Oktober 2011 | 17:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Rully Chairul Azwar mengatakan, urusan pendidikan tinggi seharusnya dilepas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, pendidikan tinggi sebaiknya dibentuk kementerian sendiri atau digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Rully mengungkapkan, hal itu dilontarkannya karena pendidikan tinggi sangat terkait dengan inovasi, motivasi, dan urusan teknologi. Baginya, kemajuan negara bisa dipercepat dengan mendorong pendidikan tinggi masuk ke dalam Kemristek.”Saya pernah mewacanakan ini kepada anggota DPR. Tapi saya rasa tidak bisa direalisasikan di pemerintahan sekarang,” katanya, Jumat (21/10/2011), di Jakarta. Rully berpendapat, Kemdikbud seyogianya hanya mengurus persoalan pendidikan hingga jenjang pendidikan menengah. Sebab, menurutnya, pada jenjang pendidikan itulah efektifitas pembentukan karakter bisa dilakukan.

…dst